Rabu, 15 Juni 2011

Pre-Wedding,perlukah?

Foto sebelum pernikahan atau dikenal dengan sebutan foto Pre-Wedding,yang biasanya ditampilkan di kartu undangan pernikahan atau bingkai2 besar dalam acara pernikahan itu sebenarnya perlu atau tidak ya?

Beberapa hari yang lalu aku menerima sebuah undangan yang bergambar sepasang calon manten alias calon mempelai yang menurutku foto-nya "agak berlebihan". Tapi sebenarnya bagaimanapun gaya-pose atau apa yang dipikirkan serta yang diangankan itu terserah yang bersangkutan,"monggo kerso wae".. Dalam postingan ini tidak ada maksud apapun,hanya sekedar uneg-uneg dari saya pribadi.

Sebenarnya alangkah lebih baik dan bijak jika calon manten tidak mengumbar kemesraan dalam undangan yang diberikan kepada orang lain atau lebih tepatnya jika tidak melakukan foto pre-wedding dengan gaya yang aneh2 plus macem2,sebab selain bisa menimbulkan fitnah atau dalam bahasa Jawa-nya "dirasani" atau di bicarakan dibelakang belum lagi selanjutnya undangan yang notabene bagus akhirnya terbuang sia-sia oleh si-penerima,itu menurutku "eman banget". Bukankah pada intinya undangan adalah pemberitahuan nama calon manten dan kapan pelaksanaan acara manten,simple bukan..

Nah,pre-wedding itu perlukah?
Menurut aku sekali lagi ini menurut saya.. hal itu tidak perlu. Bukankah "mereka" itu masih "calon manten" belum "menjadi manten" jadi rasanya tidak perlu atau belum pas bergaya sok-sok mesra dan sok-sok romantis. Apalagi kita hidup di negara timur yang masih menjunjung tinggi tata krama serta kesopan santunan. Dan lagi pastinya biaya-budget,waktu serta pengorbanan yang dikeluarkan tidak sedikit.

Tapi melakukan sesi foto pre-wedding itu adalah hak masing2 orang,silahkan saja.. tidak ada yang melarang. Selain sedang tren,dengan adanya pre-wedding memberikan peluang bisnis untuk dunia pothograpy-salon kecantikan-penyedia busana-penata gaya dan pengelola tempat2 untuk pre-wedding seperti taman atau gedung serta apalah yang lainnya..

Sekedar saran bagi calon manten (bagi yang sudah manten atau dulu pernah pre-wedding,saran ini tidak berlaku yaa..) sebaiknya jika berniat melakukan sesi pre-wedding usahakan pose netral dan aman-aman saja,dan jika pengen menampilkan dalam undangan pilih yang tidak menimbulkan fitnah atau "rasan-rasan". Ingatlah banyak hal lain yang lebih penting dari sekedar foto pre-wedding,bukankah dana-budget itu bisa dialokasikan untuk keperluan lain,waktu berfoto bisa digunakan untuk memikirkan hal lain,pada saat acara pernikahan biasanya ada pothograpy jika menginginkan sebagai kenangan. Pernikahan adalah kehidupan baru bagi siapapun tak terkecuali,banyak hal baru yang lebih penting dan lebih menyita waktu kedepannya daripada sekedar kenangan sebelum menikah alias pre-wedding.

Dan aku dulu tidak ada niat sedikitpun untuk foto pre-wedding,jujur selain aku dan calon suami tidak menghendakinya serta tidak ada dana untuk melakukan hal itu,dan seandainya iyaaa pun kelak dikemudian hari kami untuk apa,untuk pajangan dirumah? Dan ternyata benar kami tidak memerlukannya.
Ini adalah foto kami,pasca-wedding setelah akad nikah..

Jadi silahkan saja untuk melakukan Pre-Wedding,tidak ada larangan untuk hal itu. Hanya tolong dipikirkan hal-hal lainnya bukan hanya sekedar foto sebelum pernikahan,kehidupan setelah pernikahan jauuuh lebih penting lagi.. jangan hanya sekedar ikut trend atau pengen dianggap "wah" oleh orang lain. Pernikahan bukan untuk dipamerkan tapi pernikahan adalah untuk dijalani,inilah sebuah realitas kehidupan yang sebenarnya.

(jangan sampai ada cerita miris seperti kehidupan para artis,yang selalu bermacam2 foto pre-weddingnya yang tentunya mahal dan berkelas tapi kemudian hari ada banyak perceraian diantara mereka,sungguh tragis!!)

7 komentar:

  1. hehehe,,,masukan yang bgus tuh mbak,,untung aku belum melakukan prewedding...yang tindak tidak mengumbar fitnah (fulgar) itu sah² saja,,tapi menurut hukum agama Islam "wong belum muhrim kok berdua" hehehe salam

    BalasHapus
  2. setuju mba dengan postingannya....aku jg nda ada niatan tuh buat foto2 pre-wed, mubadzir..yang terpenting dari pernikahan adalah, kehidupannya setelahnya :)

    salam kenal

    BalasHapus
  3. sepertinya perlu May...
    nanti, kalo pas di tengah jalan bertengkar
    lihat foto jaman pre wedding,
    moso gak baikan lagi??
    Hahahahahaaa....


    guyon May
    guyon

    BalasHapus
  4. @sofyan..itukan sekedar uneg2-ku saja,jadi boleh asal.. @d3vy..betul mbak,romantisme pernikahan bukan untuk dipamerkan tho @elsa..aku aja g punya pre wedding aman tenang dan damai,gapapa bikin asal "sopan"..oke dech foto dirimu aku tunggu,penasaran euy gaya-nya he3x..

    BalasHapus
  5. Ya sebenernya sih jangan sampe mengundang kontroversi, secara namanya prewed itu aja belom nikah. apalagi kalo sampe kostumnya tak senonoh dan posenya juga.. apa kata orang?.


    kalopun mau make foto prewed, kayaknya juga kudu ati-ati dan yang biasa aja lah..

    *kapan yaa saya bisa poto-poto prewed.. hahahaa

    BalasHapus
  6. ijab'an dulu aja ae....
    baru poto-poto, kan udah sah pegang-pegang, Bu. ^_^
    kek adekq kemarin, ijab'an cuma lingkup keluarga. njuk poto-poto, baru dirayain.

    BalasHapus
  7. @gaphe..ntar kalo prewedd upload di blog ya biar kita2 bisa liat n godain kamu cie-cie..
    @kuli..betul-betul-betul..

    BalasHapus