Senin, 25 Oktober 2010

Tedhak Siten,Minggu 04 Juli 2010

Tedhak Siten,Minggu 04 Juli 2010
Tedhak Siten atau Turun Tanah adalah suatu prosesi untuk menandakan anak saatnya mulai belajar berdiri dan berjalan,biasanya diadakan ketika anak telah berusia 7bulan ke-atas. Menurut hitungan Jawa,usia satu bulan bayi adalah 35hari jadi perhitungannya 35 X 7 atau 245hari dalam hal ini biasanya praktek acara Turun Tanah adalah dari anak usia 7 hingga 8bulan. Jadi merupakan prosesi bersyukur kepada Tuhan sebab anak telah tumbuh dan berkembang hingga saatnya belajar berdiri dan berjalan.

Di usia ini biasanya anak secara perkembangan mulai belajar berdiri dan berjalan meskipun masih perlu dititah atau masih dituntun dan dibimbing kita orang dewasa, mulai diperkenalkan tanah sebagai tempat dia berpijak dihari kemudian. Alhamdulillah acara Tedhak Siten anak-ku telah kami lakukan dan berjalan dengan lancar,meskipun sudah beberapa waktu yang lalu rasanya tidak ada salahnya aku berbagi pengalaman,siapa tahu ada yang berkepentingan dan bermanfaat bagi semuanya,smoga saja..

Berikut ini adalah rangkaian acara Tedhak Siten anak-ku Ismail Setya Rahmandi atau Dimas serta hal apa saja pendukung jalannya acara serta sedikit pengertiantentang makna dan arti dari prosesi serta kelengkapannya..
  • Anak dituntun menginjak tanah kemudian kakinya dibasuh dengan air bersih artinya adalah telah waktunya anak untuk belajar berdiri dan berjalan serta mengenal tanah sebagai pijakan
  • Kemudian anak dituntun untuk menginjak "jadah" atau "tetel" sebanyak 7warna yang artinya anak diharapkan mampu untuk mengatasi segala masalah dan kesulitannya,demikian urutan warnanya merah=berani; putih=suci; jingga=matahari,kekuatan; kuning=terang,jalan lurus; hijau=alam,lingkungan; biru=angkasa,ketenangan; ungu=kesempurnaan,utuh
  • Lalu anak dituntun menaiki tangga tebu "ireng" atau tebu "arjuna" yang terdiri dari 7anak tangga kemudian dibopong oleh ayah setinggi-tingginya artinya diharapkan kesuksesan sang anak makin tinggi dan makin naik
  • Anak setelah itu dimasukan ke-dalam kurungan ayam yang berarti anak diharapkan tidak meninggalkan agama-adat budaya-serta tata krama lingkungan==>dalam kurungan telah diberikan macam2 isian yang akan dipilih oleh anak,karenanya barang2 yang disiapkan bermakna bagus dan baik seperti buku-pensil-emas-kapas-wayang-mainan dokter-mainan elektronik dsb
  • Kemudian anak dimandikan air bunga,mawar-melati-kanthil-kenanga yang artinya diharapkan sang anak membawa nama baek dan mengharumkan nama keluarga
  • Kemudian memotong tumpeng dan dibagikan,artinya anak agar mau berbagi dengan sesama, tumpeng terdiri dari nasi=dekat kepada sang pencipta; ayam=kemandirian; kacang panjang=umur panjang; kangkung=berkembang;kecambah=subur; kluwih=rejeki yang melimpah serta pala pendem=andap asor dan tidak sombong
  • Lalu menyebarkan uang logam recehan dan beras kuning untuk diperebutkan,artinya anak kelak suka menolong dan dermawan,ikhlas suka berbagi mau membantu orang lain.
  • Selain tumpeng,dipersiapkan pula "bubur" atau "jenang merah-putih" yang artinya anak terdiri dari darah-daging dan tulang yang berasal dari kedua orang tua-nya serta jajanan pasar seperti lopis-cenil-ketan ireng-tape ketan-jagung blendung-tiwul-gatot dan semacamnya yang berarti dalam kehidupan pasti akan ada warna-warni serta bermacam kejadian dan peristiwa. 
 kartu ucapan  
keluarga H. Bambang HP
menginjak tanah (dilapisi plastik)
menginjak jadah 7macam warna
naik 7anak tangga tebu arjuna
dibopong tinggi oleh ayah
Dimas dalam kurungan ayam
mengambil barang stetoskop dan tasbih
mandi air kembang
potongan tumpeng ke mbahkung-mbahti
sebar uang recehan dan beras kuning
 anak-anak berebut uang recehan
dua sahabat-ku,2tamu dari jauh

Demikian rangkaian acara Tedhak Siten yang aku adakan pada bulan Juli '10 kemarin, semoga bahasan ini berguna dan bermanfaat bagi siapa saja yang akan mengadakan acara dan berkepentingan dalam hal ini.Trimakasih sebesar-besarnya untuk kedatangan dua sahabat-ku,2tamu dari jauh Elsa Nur Sholekah  dan  Dewi Agustina Purnamasari   
Trimakasih atas perhatian-waktu dan kedatangannya ke acara-nya Dimas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar